Selasa, 22 Juli 2014

Home » ANTARA News - Teknologi: Jejak penguburan Homo sapiens di Watu Eli

,
ANTARA News - Teknologi
News And Service 
The Next Generation in Online Meetings

GoTo Webinar is a new, affordable, do-it-yourself Web event service that doesn't require a consultant. Get $10 off after your complimentary trial.
From our sponsors
Jejak penguburan Homo sapiens di Watu Eli
Jul 23rd 2014, 06:29

Ambon (ANTARA News) - Salah satu gua di situs prasejarah Watu Eli menyimpan jejak penguburan tradisional dari lusinan tengkorak Homo sapiens yang diletakkan di relung-relung dinding batu gamping, kata arkeolog Marlon Ririmasse dari Balai Arkeologi Ambon di Ambon, Rabu.

"Gua itu disebut batu tengkorak karena terdapat hampir lusinan tengkorak Homo sapiens, beberapa tengkorak yang ditemukan masih dalam kondisi utuh, sementara sebagian lain sudah pecah dan rusak," katanya.

Ahli purbakala itu mengatakan, lokus penguburan tradisional Homo sapiens berada di kawasan perbukitan karet sebelah selatan situs terbuka Elivavan di Desa Romean, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Situs tersebut ditemukan tim yang dipimpinnya ketika berupaya mencari jejak perkampungan kuno di Kecamatan Tanimbar Utara pada 11 Maret hingga 20 Maret 2014.

"Himpunan tengkorak itu ditemukan dalam asosiasi dengan fragmen gerabah dan keramik asing, model penguburan tradisional seperti ini memang umum ditemukan di situs-situs pemukiman kuno di Tanimbar dan pulau-pulau di bagian tenggara Kepulauan Maluku," katanya.

Dia mengatakan, sebagai kawasan berbatu gamping, situs Watu Eli memiliki banyak ceruk dan gua bertipe gua payung. Tak hanya pemakaman kuno di dalam komplek situs juga ditemukan sebaran fragmen gerabah polos dan keramik asing.

Yang paling menarik dari situs tersebut adalah adanya penanda-penanda yang melekat dengan sejarah tutur masyarakat Desa Romean, yakni sumber air yang disebut dengan Air Watu Eli di titik tertinggi perbukitan karst Watu Eli.

Dalam konsep kepercayaan masyarakat setempat sumber air tersebut memiliki daya menyembuhkan penyakit.

"Pada bagian tertinggi situs ini kita bisa mengamati seluruh kawasan pesisir utara Pulau Fordata, termasuk pulau-pulau tetangga seperti Larat dan Molu Maru," ucapnya.

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2014

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions