Minggu, 20 Juli 2014

Home » Berita Teknologi Gadget, Games Keren, Aplikasi Terbaru Dunia: iPhone Disebut-sebut Membahayakan Keamanan Negara

,
Berita Teknologi Gadget, Games Keren, Aplikasi Terbaru Dunia
Berita Teknologi Liputan6.com menyajikan kabar gadget terbaru, games keren, daftar aplikasi ponsel, aktititas internet hingga operator telekomunikasi 
Did Your Annuity Earn 8%?

46% of American's Die Broke. Don't become a statistic! Make your money work smarter, get your FREE Retirement Kit Today! Click Here Now. Get returns up to 8%!
From our sponsors
iPhone Disebut-sebut Membahayakan Keamanan Negara
Jul 20th 2014, 21:33, by Adhi Maulana

Liputan6.com, Beijing - Belum lama ini, stasiun berita televisi milik pemerintah Tiongkok, China Central Television (CCTV), dalam sebuah tayangan khusus melabeli iPhone sebagai 'ancaman bagi keamanan nasional'.

Menurut sejumlah ilmuwan asal Tiongkok, fitur pelacak lokasi pada sistem operasi iOS 7 bisa mencatat lokasi para pengguna iPhone dan menggunakannya untuk mengakses rahasia negara.

Tayangan yang disiarkan oleh CCTV itu dinilai banyak pihak akan berdampak besar pada penjualan iPhone di pasar smartphone Tiongkok. Menurut yang dilansir laman Wall Street Journal, sejauh ini Apple hanya mampu menguasai 6% pasar smartphone di Negeri Tirai Bambu.

Perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs itu tertinggal jauh dibandingkan para pesaingnya seperti Samsung (17,8%), Lenovo (11,4%), Coolpad (9,6%), bahkan 'anak kemarin sore' Xiaomi (8,3%).

Dengan adanya tayangan khusus yang memojokkan iPhone dari CCTV, besar kemungkinan hal tersebut akan berdampak buruk pada performa penjualannya. Pasalnya CCTV diketahui memiliki pengaruh sangat besar pada masyarakat Tiongkok.

Meski begitu, menurut perusahaan riset asal Tiongkok, Umeng, Apple masih menguasai pasar smartphone untuk segmen menengah ke atas dengan kisaran banderol di atas US$ 500. Umeng menyebutkan Apple masih menguasai 80% pasar di segmen ini.

Terhitung sejak awal tahun 2013 kemarin, produsen-produsen perangkat teknologi asal Amerika Serikat memang kurang diterima di pasar Tiongkok. Hal ini terjadi seiring dengan terungkapnya aksi spionase intelijen NSA yang dibeberkan oleh Edward Snowden.

Pemerintah Tiongkok yang terkenal protektif, secara otomatis memperketat perlindungan cyber yang membentengi data-data rahasia negaranya. Sebaliknya, AS pun sempat menuduh lima perwira militer Tiongkok yang diduga sebagai mata-mata cyber yang berusaha meretas sistem kemanan komputasi milik AS di Washington.

(Dewi Widya Ningrum)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions