Senin, 21 Juli 2014

Home » Berita Teknologi Gadget, Games Keren, Aplikasi Terbaru Dunia: Ingin Dapat Jodoh, Pria Nyamar Jadi Wanita Lesbi di Situs Kencan

,
Berita Teknologi Gadget, Games Keren, Aplikasi Terbaru Dunia
Berita Teknologi Liputan6.com menyajikan kabar gadget terbaru, games keren, daftar aplikasi ponsel, aktititas internet hingga operator telekomunikasi 
Subscribe to Bloomberg Businessweek

Get Bloomberg Businessweek for 84% off what others pay on the newsstand - that's like getting 38 complimentary issues! Sign up today.
From our sponsors
Ingin Dapat Jodoh, Pria Nyamar Jadi Wanita Lesbi di Situs Kencan
Jul 21st 2014, 23:22, by Iskandar

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah skandal seks baru-baru ini menghebohkan warga Inggris, di mana ada seorang pria yang menyamar menjadi wanita lesbi di situs kencan agar dapat bertemu dengan wanita incarannya.

Pria yang diketahui berusia 20 tahun itu sengaja membuat profil kencan palsu dengan memajang dua foto wanita yang diambil dari Facebook. Ia melakukan hal tersebut karena tidak merasa percaya diri dan selalu gagal mendapatkan teman kencan.

Mengutip laman Mirror, Selasa (22/7/2014), pria bernama Luke Potter tersebut mengatur pertemuan dengan korbannya yang merupakan gadis-gadis remaja dan memintanya untuk mengirimkan foto-foto telanjang.

Namun aksinya itu tercium polisi ketika ia memberikan nomor ponsel aslinya kepada sang korban. Potter, yang sudah masuk dalam daftar pencarian pelanggar seks selama lima tahun, mengaku baru dua kali melakukan pelanggaran.

Dalam sidang yang digelar di North Staffordshire Justice Centre, Potter mengaku telah mengatakan kepada korbannya untuk memakai rok pendek dan baju ketat. Carla Harris, yang fotonya digunakan Potter untuk membuat profil dirinya di situs kencan, menuturkan bahwa Potter pernah berkata ingin berbaring di atas tubuh dan menciumnya.

Pengacara Potter, Angela Trafford, mengatakan bahwa Potter hanya menargetkan wanita dewasa dan tidak berkencan dengan wanita di bawah umur. Menurut Angela, satu-satunya kesalahan yang Potter lakukan adalah menggunakan nama palsu.

"Potter menganggap ada yang salah dengan kasus ini. Ia mengatakan tidak ingin menyakiti siapa pun dan ia sangat membutuhkan bantuan," ujar Angela.

Pun demikian, Potter tetap dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Potter diperintahkan untuk menyelesaikan program Sexual Offender Work Programme, melakukan 120 jam kerja tanpa dibayar, dan membayar denda sebesar 60 poundsterling atau sekitar Rp 1,2 juta.

(Dewi Widya Ningrum)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions