Senin, 21 Juli 2014

Home » Berita Teknologi Gadget, Games Keren, Aplikasi Terbaru Dunia: Gadis Ini Dikritik Lantaran Selfie di Kamp Konsentrasi Nazi

,
Berita Teknologi Gadget, Games Keren, Aplikasi Terbaru Dunia
Berita Teknologi Liputan6.com menyajikan kabar gadget terbaru, games keren, daftar aplikasi ponsel, aktititas internet hingga operator telekomunikasi 
Did Your Annuity Earn 8%?

46% of American's Die Broke. Don't become a statistic! Make your money work smarter, get your FREE Retirement Kit Today! Click Here Now. Get returns up to 8%!
From our sponsors
Gadis Ini Dikritik Lantaran Selfie di Kamp Konsentrasi Nazi
Jul 22nd 2014, 00:18, by Andina Librianty

Aktivitas selfie memang menyenangkan, tapi kadangkala tak semua orang senang melihat foto tersebut.

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas selfie memang menyenangkan, tapi kadangkala tak semua orang senang melihat foto tersebut. Seperti kejadian tak mengenakkan gara-gara selfie yang dialami oleh seorang perempuan muda bernama Breanna.

Breanna dikritik setelah menggungah foto selfie tersenyum di depan kamp konsentrasi Nazi, Auschwitz. Dilansir Business Insider, Selasa (22/7/2014), dia memposting fotonya di Twitter pada bulan Juni, tapi reaksi protes baru muncul belakangan ini.

"@PrincessBMM bagaimana Anda bisa bahagia dan tersenyum dalam foto ini? Apakah Anda tidak mengerti betapa mengerikannya dan pembunuhan yang terjadi di sana? Itu membuat saya menangis," kicau salah satu pengguna Twiter, Tara Simpson dengan akun @TeighLeigh, mengomentari foto Breanna.

"@LazySavant @PrincessBBM Anda melakukan selfie di tempat ribuan orang dibunuh selama Perang Dunia II. Apakah Anda gila?," kicau @watpoae.

Banyak orang mengkritiknya dengan mengatakan bahwa senyum dan ekspresinya di kamp konsentrasi Auschwitz, sangat tidak pantas. Tak terima dengan kritikan, Breanna menyerang balik para pengkritik tersebut.

Dalam salah satu tweet-nya, Breanna menjelaskan bahwa dia melakukan selfie di kamp konsentrasi terbesar Nazi selama Perang Dunia II itu setelah mempelajari betapa pentingnya sejarah tersebut dari ayahnya. Bahkan mereka berdua berencana mengunjungi tempat tersebut. Sayangnya, ayah Breanna meninggal dunia sebelum sempat pergi ke kamp konsentrasi tersebut.

"@TeighLeigh, saya memahami apa yang telah terjadi di sana. Saya mempelajarinya selama bertahun-tahun dengan ayah saya dan kami berencana mengunjungi tempat itu, tapi dia telah meninggal dunia," tulis Breanna.

(Dewi Widya Ningrum)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions