Rabu, 30 Juli 2014

Home » Tempo.co News Site: Bakteri Bahama Makan Pasir dari Sahara

,
Tempo.co News Site
daily news from tempo.co 
The Next Generation in Online Meetings

GoTo Webinar is a new, affordable, do-it-yourself Web event service that doesn't require a consultant. Get $10 off after your complimentary trial.
From our sponsors
Bakteri Bahama Makan Pasir dari Sahara
Jul 30th 2014, 08:46

Berita Terkait

TEMPO.CO, Miami - Bakteri yang hidup di perairan air hangat di wilayah kepulauan Bahama, cyanobacteria, ternyata mendapat pasokan makanan dari bagian dunia yang jauh. Sebuah studi menemukan bakteri tersebut mengkonsumsi debu kaya mineral dari Gurun Sahara di Afrika yang terbawa angin. (Baca juga: Ilmuwan Temukan Fosil Burung Bersayap Empat)

Tiupan angin bisa membawa debu-debu dari Sahara menyeberangi samudera Atlantik dengan menempuh jarak sekitar 8.000 kilometer. Laporan riset yang dimuat dalam jurnal Geology edisi Agustus 2014 menyebutkan debu-debu itu akhirnya mengendap di sepanjang wilayah Great Bahama Bank. Area tersebut merupakan gundukan gamping yang menjulang dari dasar laut di perairan dangkal. (Baca juga: Pemburu Badak Afrika Divonis 77 Tahun Penjara)

Para peneliti menemukan debu itu kaya akan besi dan mangan, elemen yang membantu mereka memetakan rute perjalanan debu tersebut dari Sahara. Mereka telah mengukur kandungan metal dalam 270 sampel yang diambil dari dasar laut selama tiga tahun. Area di sebelah barat Andros, pulau terbesar di kawasan Bahama, dinilai memiliki kandungan elemen dengan konsentrasi tertinggi.

Peter Swart, pemimpin studi dan Kepala Marine Geosciences, Universitas Miami, mengatakan debu yang kaya elemen besi dari Sahara itu membantu pembentukan gundukan Great Bahama Bank dan menyediakan bahan pangan bagi cyanobacteria. Selama lebih dari 100 juta tahun, sedimentasi yang terbentuk di Bahama menyebabkan populasi cyanobacteria meledak dan mengubah warna air menjadi seputih susu seperti yang terlihat di area perairan sekitar pulau Andros.

Organisme ini mendapatkan energi melalui proses fotosintesis dengan memanfaatkan cahaya matahari. "Bakteri ini butuh besi 10 kali lebih banyak ketimbang organisme lain yang melakukan proses fotosintesis karena mereka menelan nitrogen di atmosfer," kata Swart. Hasil dari pengolahan nitrogen tersebut menyebabkan penurunan kadar karbon dioksida dan memicu kenaikan kalsium karbonat yang membuat perairan di sekitar Andros memutih.

LIVESCIENCE | GABRIEL WAHYU TITIYOGA


Terpopuler
Situs Berita Palsu, Ini Cara Stop Penyebarannya
Hadapi Situs Berita Palsu, Lakukan Hal Ini
Apple Bantah Gunakan Program Mata-mata
Supaya Selfie Anda Terlihat Keren

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions